Lendir serviks adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar yang berada di dalam dan di sekitar serviks atau leher rahim. Ciri-ciri lendir serviks bisa berubah seiring perubahan jumlah hormon sepanjang siklus menstruasi wanita, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu penanda masa subur wanita. Lendir serviks secara alami dihasilkan oleh jaringan serviks untuk melindungi vagina dari infeksi bakteri dan membantu sperma bergerak menuju rahim. Selain itu, dengan mengamati lendir serviks, seorang wanita juga dapat memprediksi masa subur atau ovulasi untuk membantu merencanakan maupun mencegah kehamilan. Ciri-Ciri Lendir Serviks Sesuai Siklus Haid Jumlah, warna, dan tekstur lendir serviks pada setiap siklus haid bisa berbeda-beda pada setiap wanita. Akan tetapi, seiring berjalannya siklus menstruasi, lendir serviks akan mengalami perubahan sebagai berikut Masa setelah menstruasi Setelah menstruasi, produksi lendir serviks akan berkurang sehingga vagina terasa sedikit kering. Namun, jumlah lendir serviks akan mulai meningkat kembali dalam jangka waktu beberapa hari. Pada periode ini, warna lendir serviks bisa tampak kuning atau putih keruh dan teksturnya lengket menyerupai lem ketika disentuh. Tekstur lendir tersebut menyulitkan sperma untuk bergerak menuju sel telur. Hal ini menandakan bahwa tubuh wanita belum berada pada masa subur. Masa sebelum ovulasi Menjelang masa ovulasi, lendir serviks akan menjadi lebih lembut dan encer. Pada masa ini, vagina juga akan terasa lebih lembap. Warna lendir serviks akan tampak putih atau sedikit kekuningan dengan tekstur yang menyerupai krim. Lendir serviks dengan konsistensi tersebut menandakan tubuh belum berada pada masa subur karena tekstur lendir yang masih membatasi pergerakan sperma. Masa ovulasi Pada masa ovulasi, hormon estrogen meningkat dan produksi lendir serviks akan mencapai tingkat tertinggi. Lendir serviks pada masa ovulasi tampak putih bening menyerupai putih telur. Jika disentuh dengan dua jari, tekstur lendir bisa melebar hingga 2–5 cm. Kondisi lendir serviks yang seperti ini sangat baik untuk mengantarkan sperma berenang menuju sel telur. Pada masa ini, wanita biasanya merasa mengeluarkan banyak cairan, bahkan hingga mengalir melalui vagina dan membasahi permukaan celana dalam. Lendir serviks yang demikian menandakan bahwa wanita sedang berada pada masa subur. Masa setelah ovulasi Setelah ovulasi, hormon progesteron akan meningkat. Hal ini akan membuat jumlah lendir serviks mulai menurun dengan tekstur yang lengket dan kental. Tekstur lendir serviks seperti ini dapat menghambat sperma untuk masuk ke rahim. Cara Mengecek Lendir Serviks Anda bisa memeriksa dan mengamati lendir serviks secara mandiri melalui langkah-langkah berikut ini Mulailah dengan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, lalu keringkan tangan menggunakan handuk atau tisu. Temukan posisi yang nyaman, baik dalam posisi duduk, jongkok, atau berdiri dengan meletakkan satu kaki di atas kloset. Masukkan jari telunjuk ke dalam vagina hingga jari terasa basah, namun tidak perlu memasukkannya terlalu dalam. Keluarkan jari dari dalam vagina dan amati tekstur lendir vagina yang menempel di jari. Anda bisa mencoba meregangkan lendir dengan menempelkan jari telunjuk dan jari tengah. Selain dengan memasukkan jari ke dalam vagina, lendir serviks juga bisa diamati dengan cara mengusapkan tisu ke vagina, lalu perhatikan lendir yang menempel. Cara lainnya adalah dengan mengamati lendir vagina yang menempel di celana dalam. Hindari mengecek lendir serviks setelah berhubungan seksual karena akan sulit dibedakan dengan lendir serviks yang sudah tercampur dengan sperma. Selain itu, mengamati lendir serviks juga sebaiknya tidak dilakukan saat sedang terangsang secara seksual karena lendir yang keluar bukanlah bagian dari siklus haid, melainkan cairan pelumas alami vagina. Mengamati ciri-ciri lendir serviks sesuai siklus haid dapat membantu Anda merencanakan kehamilan atau justru mencegahnya. Jika lendir serviks tampak bening seperti putih telur, inilah waktu yang tepat untuk berhubungan seks karena sperma dapat bergerak lebih baik menuju rahim. Sebaliknya, jika Anda dan pasangan tidak sedang berencana hamil, Anda sebaiknya tidak berhubungan seks tanpa kondom selama masa subur. Selain untuk menentukan masa subur, perubahan pada lendir serviks di luar ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya juga bisa menjadi pertanda dari suatu kondisi kesehatan tertentu, misalnya ketidakseimbangan hormon atau masalah kesuburan. Bila Anda memiliki kesulitan dalam menentukan masa subur atau ragu dengan cara menentukan ciri-ciri lendir serviks, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan saran lebih lanjut.
Perempuanmemiliki sel telur di dalam rahim. Ini Alasan Perempuan Mengalami Menstruasi. Kamis, 12 Oktober 2017 - 12:28 WIB Oleh : so_haliSetiap perempuan yang sudah puber umumnya akan menstruasi. Meski demikian, tidak semua perempuan mendapat haid setiap bulan. Beberapa selalu datang tepat waktu, yang lainnya tidak bisa diprediksi. Ini karena siklus menstruasi setiap perempuan bisa berbeda-beda. Lantas, seperti apa siklus menstruasi normal? Bagaimana menstruasi bisa terjadi? Menstruasi ditandai dengan meluruhnya lapisan dinding rahim sehingga terjadilah perdarahan yang keluar dari vagina. Namun sampai hal ini terjadi, ada proses yang harus Anda lewati terlebih dulu. Pada awalnya, indung telur ovarium akan melepaskan sel telur untuk kemudian menempel di dinding rahim — menunggu untuk dibuahi oleh sperma. Sembari menunggu kedatangan sperma, jaringan dinding rahim akan terus menebal guna mempersiapkan diri menghadapi kehamilan. Bila ada sel sperma yang masuk, sel telur bisa dibuahi untuk kemudian berkembang menjadi bakal janin. Sebaliknya bila sel telur tidak kunjung dibuahi, lambat laun jaringan dinding rahim tersebut akan mulai rontok dan luruh, yang dikeluarkan lewat vagina. Proses ini akan kembali terulang lagi dari awal setelah menstruasi Anda selesai. Proses terjadinya menstruasi dari awal sampai akhir ini disebut dengan siklus menstruasi. Tidak semua wanita memiliki siklus haid yang sama ada yang normal dan teratur, ada juga yang kebalikannya. Agar Anda memahami seperti apa siklus menstruasi yang normal, simak ulasannya berikut ini. Siklus menstruasi normal itu seperti apa? Pada umumnya, siklus menstruasi normal rata-rata terjadi setiap 28 hari. Ada pula yang memiliki siklus haid sekitar 25 sampai 35 hari. Ini masih terhitung normal. Anda dianggap memiliki haid yang teratur jika menstruasi datang setiap 23 hari atau setiap 35 hari, atau di mana saja di antara rentang waktu ini. Menstruasi yang normal berlangsung antara tiga sampai tujuh hari. Waktu ovulasi saat indung telur melepaskan sel telurnya pada siklus haid yang normal akan selalu datang di hari ke-14, tepat di pertengahan siklus. Masa ovulasi juga sering disebut sebagai masa subur, ketika sel telur siap untuk dibuahi oleh sperma. Jika tidak, hari pertama menstruasi akan tiba dalam empat belas hari kemudian.
Apasaja tanda-tanda siklus menstruasi tidak normal? Kemudian, bagaimanakah cara mendiagnosis kondisi tersebut?- Amenorrhea atau amenore adalah kondisi pada wanita ketika tidak mengalami menstruasi selama tahun-tahun reproduksi, antara masa pubertas dan menopause. Amenore bukan termasuk penyakit dan bukan berarti seseorang mandul, tapi bisa jadi itu pertanda masalah kesehatan yang perlu masa pubertas, haid dimulai, kemudian biasanya akan terus terjadi sekitar sebulan sekali hingga wanita berusia 50 tahun. Baca juga 9 Cara Menghilangkan Nyeri Haid Secara Alami dan dengan Bantuan Obat Pada usia sekitar 50 tahun, menstruasi bberhenti sama sekali dan masa menopause dimulai. Selama kehamilan, menstruasi juga berhenti dan biasanya juga berhenti saat menyusui. Jika menstruasi tidak terjadi pada saat wanita biasanya mengharapkannya, ini adalah amenore. Jenis amenore Melansir Medical News Today, terdapat dua jenis amenore yang dapat dikenali, yakni amenore primer dan amenore sekunder. Apa bedanya? Amenore primer Amenhorrea primer adalah saat menstruasi tidak dimulai selama masa pubertas. Menurut National Institutes of Health, jika menstruasi tidak dimulai pada usia 16 tahun, orang tersebut harus mencari bantuan medis. Amenore primer dilaporkan jarang terjadi. Konisi ini diperkirakan hanya mempengaruhi kurang dari 0,1 persen individu. Baca juga Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya Amenore sekunder Amenore sekunder adalah saat menstruasi sudah dimulai, tetapi kemudian berhenti terjadi. Hal ini normal selama kehamilan atau saat menyusui, tetapi mungkin juga berarti ada masalah. Satu periode haid yang hilang biasanya bukan pertanda adanya masalah kesehatan, meski banyak orang akan meminta tes kehamilan jika hal ini terjadi. Seorang dokter akan mempertimbangkan amenore sekunder jika seseorang Dulu ada menstruasi teratur dan kemudian tidak ada lagi selama 3 bulan Dulu mengalami menstruasi yang tidak teratur dan kemudian tidak memiliki menstruasi selama 6 bulan Baca juga Haid Tidak Teratur? Waspadai PCOS Penyebab Sulit Hamil Penyebab amenore Amenore dapat terjadi karena berbagai alasan. Beberapa di antaranya normal selama hidup seorang wanita, sementara yang lain mungkin merupakan efek samping pengobatan atau tanda masalah medis. Merangkum Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab amenore untuk diketahui 1. Amenore alami Selama hidup Anda normal, Anda mungkin mengalami amenore karena alasan alami, seperti Kehamilan Menyusui Menopause Kontrasepsi Beberapa wanita yang mengonsumsi pil KB mungkin tidak mengalami menstruasi. Bahkan, setelah menghentikan kontrasepsi oral, mungkin diperlukan beberapa saat sebelum ovulasi dan menstruasi biasa kembali. Kontrasepsi yang disuntikkan atau ditanamkan juga dapat menyebabkan amenore, seperti halnya beberapa jenis alat kontrasepsi. Baca juga 3 Penyebab Pubertas Dini pada Anak Gadis yang Perlu Diwaspadai 2. Efek samping pengobatan Obat-obatan tertentu diketahui dapat menyebabkan periode menstruasi berhenti. Beberapa jenis obat tersebut, yakni Antipsikotik Kemoterapi kanker Antidepresan Obat tekanan darah Obat alergi 3. Faktor gaya hidup Terkadang faktor gaya hidup dapat berkontribusi pada amenore, misalnya Berat badan rendah Berat badan yang terlalu rendah, yakni sekitar 10 persen di bawah berat badan normal dapat mengganggu banyak fungsi hormonal dalam tubuh dan berpotensi menghentikan ovulasi. Wanita yang mengalami gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia sering kali berhenti menstruasi karena perubahan hormonal yang tidak normal ini. Baca juga 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik? Olahraga berlebihan Wanita yang berpartisipasi dalam aktivitas yang membutuhkan latihan ketat, seperti balet bisa jadi mengalami gangguan siklus menstruasi. Beberapa faktor bergabung berkontribusi pada hilangnya periode pada atlet, termasuk lemak tubuh yang rendah, stres, dan pengeluaran energi yang tinggi. Stres Stres mental dapat mengubah fungsi hipotalamus area otak yang mengontrol hormon yang mengatur siklus menstruasi untuk sementara. Akibatnya, ovulasi dan menstruasi bisa berhenti. Periode menstruasi yang teratur biasanya dapat berlanjut setelah stres berkurang. 4. Ketidakseimbangan hormonal Banyak jenis masalah medis yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk Polycystic ovary syndrome PCOS PCOS dapat menyebabkan tingkat hormon yang relatif tinggi dan berkelanjutan, daripada tingkat fluktuasi yang terlihat pada siklus menstruasi normal. Baca juga Haid Tidak Teratur? Waspadai PCOS Penyebab Sulit Hamil Kerusakan tiroid Kelenjar tiroid yang terlalu aktif hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang kurang aktif hipotiroidisme dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi, termasuk amenore. Tumor hipofisis Tumor non-kanker jinak di kelenjar pituitari organ kecil yang berada di bawah otak dapat mengganggu pengaturan hormonal menstruasi. Menopause dini Menopause biasanya dimulai sekitar usia 50 tahun. Namun, bagi beberapa wanita, suplai telur ovarium berkurang sebelum usia 40 tahun, dan menstruasi berhenti. Baca juga 4 Cara Deteksi Dini Kanker Serviks 5. Masalah struktural pada organ seksual Masalah pada organ seksual itu sendiri juga bisa menyebabkan amenore. Contohnya termasuk Jaringan parut di rahmim atau leher rahim Sindrom Asherman, suatu kondisi di mana jaringan parut menumpuk di lapisan rahim, terkadang dapat terjadi setelah dilatasi dan kuretase, operasi caesar, atau pengobatan untuk fibroid rahim. Jaringan parut di rahim dan leher rahim dapat mencegah penumpukan normal dan pelepasan lapisan rahim. Cacat alat reproduksi Terkadang masalah muncul selama perkembangan janin yang menyebabkan seorang anak perempuan dilahirkan tanpa bagian utama dari sistem reproduksinya, seperti rahim, leher rahim, atau vagina. Karena sistem reproduksinya tidak berkembang secara normal, seorang wanita tidak bisa mendapatkan siklus menstruasi. Baca juga Berapa Lama Telat Haid yang Normal? Kelainan struktural pada vagina Obstruksi pada vagina dapat mencegah perdarahan menstruasi yang terlihat. Mungkin ada selaput atau dinding di vagina yang menghalangi aliran darah dari rahim dan leher rahim. Seorang wanita sebaiknya segera menghubungi dokter jika telah melewatkan setidaknya tiga periode menstruasi berturut-turut, atau jika belum pernah mengalami menstruasi padahal sudah berusia 15 tahun atau lebih. Hal itu dikarenakan, amenore dapat menimbulkan komplikasi yang kiranya tak layak dianggap remeh, yakni infertilitas atau kemandulan dan osteoporosis atau melemahnya tulang. Faktor risiko amenore Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko amenore mungkin termasuk Riwayat keluarga Jika wanita lain dalam keluarga pernah mengalami amenore, Anda mungkin mewarisi kecenderungan untuk masalah tersebut. Baca juga 5 Cara Mencegah Anemia saat Haid Gangguan Makan Jika Anda memiliki kelainan pola makan, seperti anoreksia atau bulimia, Anda berisiko lebih tinggi terkena amenore. Latihan atletik Latihan atletik yang ketat dapat meningkatkan risiko amenore. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Padausia 12-16 tahun, laki-laki mengalami masa . 7. Cici belum mengalami menstruasi. Ini menandakan Cici berada pada masa . 8. Uni telah mengalami menstruasi. Ini menandakan bahwa Uni telah memasuki masa . 9. Tokoh Jepang yang menjamin keamanan perumusan naskah proklamasi adalah . 10. Jenis reklame yang digunakan untuk mengingatkan
Nah supaya kamu tidak perlu khawatir lagi, nih ada 5 cara melancarkan haid yang bisa kamu coba di rumah! 1. Hindari stres sumber: freepik.com. Meskipun hal ini sulit untuk dilakukan, namun kamu perlu melakukannya agar menstruasimu tetap lancar dan datang sesuai waktunya, Ladies. Seperti yang dilansir dari laman Medical News Today, ada
Menstruasi tidak normal bisa saja menjadi tanda adanya gangguan di dalam tubuh, mulai dari yang ringan hingga yang tergolong berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri menstruasi tidak normal agar nantinya bisa diperiksakan dan ditangani sedini mungkin. Menstruasi tidak normal bukan hanya sebatas pada pola menstruasi yang lebih lama dari biasanya. Jika Anda mengalami berbagai perubahan tertentu, baik dari segi volume darah hingga gejala yang dirasakan berbeda dari biasanya, hal ini juga termasuk kondisi yang harus diwaspadai. Ciri-Ciri Menstruasi Tidak Normal Berikut adalah ciri-ciri menstruasi tidak normal yang perlu Anda ketahui beserta penyebabnya 1. Menstruasi lebih banyak dan lebih lama Menstruasi bisa dibilang tidak normal jika darah yang keluar berlebihan menorrhagia. Hal ini ditandai dengan Anda harus mengganti pembalut hingga 2 jam sekali atau keluarnya gumpalan darah yang ukurannya lebih dari 2,5 cm. Menstruasi juga bisa dibilang berlebihan jika berlangsung hingga lebih dari 7 hari. Kehilangan banyak darah dapat menyebabkan anemia yang ditandai dengan mudah lelah, pucat, dan napas pendek-pendek sehingga perlu ditangani. Kondisi yang bisa menyebabkan menorrhagia antara lain Sindrom polikistik ovarium PCOS Polip atau fibroid pada rahim Endometriosis Adenomiosis Radang panggul Kanker rahim 2. Menstruasi terlambat atau berhenti Menstruasi terlambat atau tidak lancar juga termasuk kondisi yang tidak normal. Seorang wanita yang tidak mengalami menstruasi selama 3 periode berturut-turut atau belum mengalami menstruasi saat menginjak usia 15 tahun disebut mengalami amenorrhea. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya amenorrhea, antara lain Sedang hamil Melakukan olahraga berat dengan berlebihan Mengalami gangguan pola makan, seperti anoreksia nervosa Mengalami gangguan pada kelenjar di otak hipotalamus, gangguan kelenjar tiroid, serta gangguan keseimbangan hormon lain Mengalami gangguan pada rahim Menopause dini Selain itu, penggunaan obat tertentu juga bisa menyebabkan menstruasi terlambat atau terhenti, di antaranya obat antidepresan, obat alergi, pil KB, dan obat-obatan kemoterapi. 3. Nyeri hebat saat menstruasi Nyeri menstruasi dismenore adalah hal yang wajar. Namun, sebagian wanita bisa merasakan nyeri menstruasi yang sangat berat hingga membuat mereka tidak mampu melakukan aktivitas apa pun. Dismenore juga dapat disertai oleh gejala-gejala lain, seperti mual, muntah, sakit kepala, nyeri punggung, dan diare. Nyeri hebat saat menstruasi ini bisa terjadi tanpa penyebab, tetapi bisa juga menjadi tanda adanya beberapa gangguan kesehatan tertentu, seperti Endometriosis Adenomiosis Radang panggul Fibroid 4. Menstruasi di luar waktunya Menstruasi terkadang bisa datang lebih cepat atau bahkan terjadi 2 kali dalam sebulan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya Stres dan pola hidup yang buruk Perubahan berat badan Perimenopause Infeksi menular seksual Penyakit tiroid Kelainan lainnya adalah menstruasi pada wanita yang sudah menopause atau berhenti menstruasi selama lebih dari 12 bulan berturut-turut. Faktor penyebab paling umumnya adalah atrofi vagina, polip serviks, dan penebalan dinding rahim hiperplasia endometrium. Menstruasi tidak normal memang tidak selalu disebabkan oleh penyakit. Namun, bila Anda mengalami perubahan pola menstruasi seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mengantisipasi adanya gangguan atau penyakit. Amenorrhea atau amenore adalah kondisi pada wanita ketika tidak mengalami menstruasi selama tahun-tahun reproduksi, antara masa pubertas dan menopause. Amenore bukan termasuk penyakit dan bukan berarti seseorang mandul, tapi bisa jadi itu pertanda masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.06.02.2021Seberapa umumkah gangguan menstruasi terjadi? Gangguan haid atau menstruasi sangat umum terjadi. Tergantung pada apa jenis gangguannya, kondisi ini dapat terjadi pada pasien dari berbagai macam golongan usia. Gangguan menstruasi adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Gejala-gejala umum pada gangguan menstruasi umumnya bervariasi, tergantung dari apa jenis gangguannya. Berikut adalah gejala-gejala yang gangguan haid yang seringkali dialami oleh wanita. PMS PMS atau premenstrual syndrome biasanya terjadi selama 1-2 minggu sebelum haid dimulai. Kebanyakan perempuan mengalami berbagai gejala fisik maupun emosional. Namun, perempuan lainnya mungkin mengalami gejala yang lebih sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Gejala PMS yang umunya terjadi seperti perut kembung, mudah emosi, nyeri punggung, sakit kepala, nyeri pada payudara, jerawat, kelaparan, rasa lelah, depresi, gelisah, stres, insomnia, konstipasi, diare, dan kram perut ringan. Menstruasi berat Masalah menstruasi umum lainnya adalah menstruasi berat. Gangguan ini disebut juga menorrhagia, menyebabkan Anda mengeluarkan darah kotor lebih dari normal. Masa haid berlangsung lebih dari rata-rata lima sampai tujuh hari. Absen menstruasi Pada beberapa kasus, perempuan tidak mendapatkan haidnya. Gangguan ini disebut juga amenorrhea. Amenorrhea primer adalah pada saat Anda tidak mendapatkan haid pertama pada usia 16 tahun. Hal ini bisa terjadi akibat kelainan sejak lahir pada sistem reproduksi wanita, atau keterlambatan pubertas. Sementara itu, amenorrhea sekunder terjadi saat Anda berhenti mendapatkan haid reguler Anda selama enam bulan atau lebih. Tidak semua amenorrhea adalah gejala penyakit, ada pula kemungkinan bahwa menstruasi yang terhenti karena Anda sedang hamil. Untuk memastikannya Anda dapt menggunakan alat tes kehamilan. Dismenore Sebagian besar perempuan pasti pernah merasakan kram perut sebelum atau selama menstruasi. Namun, beberapa di antaranya mengalami rasa sakit berlebihan yang berlangsung lebih lama. Kondisi ini disebut dengan dismenore. Rasa sakit yang dialami ketika seseorang menderita dismenore terkadang juga disertai oleh kondisi pucat, berkeringat, lemas, serta kepala terasa ringan. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Oligomenorrhea Oligomenorrhea adalah salah satu kelainan haid di mana siklus haid Anda tidak teratur padahal Anda berada dalam usia subur. Seorang wanita dikatakan mengalami oligomenorrhea jika mengalami hal-hal berikut. Jarak antara satu periode haid ke periode haid berikutnya berlangsung lebih dari 35 hari. Tidak mengalami haid sama sekali selama lebih dari 90 hari. Haid yang dialami kurang dari 9 kali dalam waktu 1 tahun. Kapan saya harus periksa ke dokter? Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, periksakanlah diri Anda ke dokter atau layanan kesehatan terdekat. Penyebab gangguan menstruasi Gangguan haid dapat terjadi karena berbagai penyebab. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Kehamilan atau menyusui. Menstruasi yang terlewat dapat menjadi tanda awal kehamilan. Menyusui umumnya dapat menunda kembalinya haid setelah kehamilan. 2. Gangguan makan Gangguan makan seperti anorexia nervosa atau tidak makan karena takut berat badannya naik menjadi salah satu penyebab gangguan menstruasi. 3. Penurunan berat badan ekstrim Berat badan yang menurun drastis akibat kurang makan atau karena penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan menstruasi 4. Olahraga berlebihan Meskipun olahraga itu baik, namun meningkatnya aktivitas fisik secara berlebihan dapat mengganggu menstruasi. 5. Polycystic ovary syndrome PCOS. PCOS yaitu gangguan sistem endokrin yang menyebabkan munculnya banyak kista pada indung telur. Kondisi ini dapat dilihat melalui pemeriksaan USG. 6. Kegagalan ovarium prematur. Merupakan hilangnya fungsi normal ovarium sebelum usia 40 tahun. Perempuan yang mengalaminya mungkin mendapatkan haid secara tidak teratur atau hanya sesekali dalam setahun. 7. Penyakit inflamasi panggul Disebut juga pelvic inflammatory disease PID. Yaitu infeksi pada organ reproduksi. Hal ini menyebabkan pendarahan menstruasi tidak teratur. 8. Fibroid rahim Fibrioid rahim adalah kondisi pertumbuhan uterus tanpa sifat kanker. Gangguan ini dapat menyebabkan menstruasi berlebihan atau periode haid yang lebih panjang. Faktor risiko gangguan menstruasi Gangguan menstruasi adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap wanita, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini. Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor-faktor risiko. Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya gangguan haid 1. Usia Usia berperan penting dalam gangguan menstruasi. Anak perempuan yang mulai menstruasi pada usia 11 tahun atau lebih muda memiliki resiko lebih tinggi terhadap nyeri haid, periode haid yang lebih lama, dan siklus menstruasi yang lebih panjang. Remaja dapat mengalami gangguan amenorrhea sebelum siklus ovulasi mereka teratur. Perempuan dalam masa menjelang menopause perimenopause juga dapat mengalami absen haid dan pendarahan yang berlebihan. 2. Berat badan kurang atau berlebihan Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan dapat meningkatkan resiko nyeri haid yang parah dan absen haid. 3. Siklus dan aliran menstruasi Siklus menstruasi yang lebih panjang atau lebih berat biasanya diasosiasikan dengan kram dan rasa nyeri. 4. Kehamilan Perempuan yang mengalami kehamilan lebih sering memiliki risiko lebih tinggi mengalami pendarahan berlebih. Sementara itu, perempuan yang belum pernah melahirkan memiliki resiko lebih tinggi mengalami dysmenorrhea atau nyeri haid parah. 5. Stres Stres fisik dan emosional dapat menghalangi lepasnya hormon LH Luteinizing Hormone dan menyebabkan amenorrhea sementara. Diagnosis gangguan menstruasi Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda. Untuk mendiagnosis gangguan menstruasi, dokter akan bertanya mengenai beberapa hal seperti gejala-gejala yang Anda rasakan saat haid, sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut, bagaimana keteraturan siklus menstruasi Anda, dan gejala-gejala lain yang Anda rasakan. Selain itu, jika diperlukan, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, antara lain sebagai berikut. 1. Tes panggul Tes panggul memungkinkan dokter Anda untuk menilai organ reproduksi Anda untuk menentukan apakah vagina atau serviks Anda mengalami peradangan. 2. Pap smear Pemeriksaan pap smear dilakukan untuk mengesampingkan kemungkinan kanker atau kondisi-kondisi penyebab lainnya. 3. Tes darah dan tes urine Tes ini dapat membantu menentukan keberadaan ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan gangguan menstruasi Anda. Jika Anda mencurigai kemungkinan hamil, dokter Anda atau perawat akan melakukan tes darah atau tes urine untuk memeriksa kehamilan. Selain pemeriksaan di atas, pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan untuk mendiagnosis sumber gangguan menstruasi. Antara lain sebagai berikut. 1. Biopsi endometrium Pada tes biopsi endometrium, dokter akan mengambil sedikit sampel dari jaringan dinding rahim Anda. Tujuannya untuk mendiagnosis adanya gangguan seperti endometriosis, ketidakseimbangan hormon, atau adanya potensi kanker. 2. Laparoskopi Pada prosedur laparoskopi, dokter memasukkan alat kecil bernama laparoskop melalui sayatan kecil di perut, yang kemudian diarahkan menuju rahim dan ovarium. 3. Histeroskopi Prosedur ini menggunakan alat kecil bernama histeroskop yang dimasukkan melalui vagina dan serviks. Dengan alat ini, dokter dapat melihat dengan jelas bagian rahim Anda untuk mengetahui adanya kelainan seperti fibroid atau polip. 4. USG Tes ultrasonografi atau USG juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis gangguan haid. Tes USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar rahim Anda. Tes-tes lainnya yang dapat menjadi bahan pertimbangan diagnosis adalah MRI scan, kuretase, dan tes hormon tubuh. Pengobatan gangguan menstruasi Pengobatan kondisi ini tergantung pada penyebab gangguan siklus menstruasi Anda. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis penanganan tergantung pada gangguan yang Anda alami. Memperbaiki siklus menstruasi Pengobatan hormonal, seperti obat-obatan estrogen atau progestin, mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk membantu memperbaiki siklus haid dan pendarahan berlebih saat menstruasi. Mengurangi rasa nyeri Jika Anda mengalami rasa nyeri yang luar biasa saat sedang datang bulan, dokter akan meresepkan obat-obatan seperti ibuprofen atau asetaminofen. Penggunaan obat yang mengandung aspirin sangat tidak disarankan karena justru dapat memperparah aliran darah menstruasi. Mengontrol pendarahan berlebih Dokter mungkin akan meresepkan pil atau suntik KB untuk mengontrol pendarahan berlebih. Mengobati fibroid rahim Gangguan menstruasi mungkin saja terjadi akibat fibroid rahim. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan atau prosedur operasi. Prosedur operasi pengangkatan fibroid atau miomektomi dilakukan tergantung pada ukuran, lokasi, serta jenis fibroid. Pada kasus yang sudah cukup parah, pasien mungkin perlu menjalani prosedur histerektomi. Yaitu pengangkatan fibroid bersamaan dengan rahim. Alternatif pengobatan lainnya adalah uterine artery embolization atau emboli arteri rahim, di mana aliran darah menuju jaringan fibroid akan dihentikan secara permanen. Menangani endometriosis Meskipun endometriosis adalah salah satu gangguan menstruasi yang tidak dapat disembuhkan secara tuntas, terdapat obat-obatan pereda rasa sakit yang dapat Anda konsumsi. Selain itu, obat-obatan hormon seperti pil KB juga dapat memperlambat pertumbuhan jaringan rahim, serta mengurangi volume darah yang hilang selama menstruasi. Pada kasus yang cukup parah, dokter akan memberikan obat-obatan hormon pelepas gonadotropin untuk menghentikan menstruasi sementara. Terdapat pilihan pengobatan lain yang dapat membantu mengatasi pendarahan berlebih saat menstruasi, yaitu alat kontrasepsi IUS Intrauterine System. Tips mengobati gangguan menstruasi di rumah Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan menstruasi. 1. Mengatur pola makan Pengaturan pola makan dimulai sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu beberapa orang mengatasi masalah menstruasi yang ringan, seperti kram. Terapkan pola makan sehat seperti mengonsumsi makanan gandum utuh, buah dan sayuran segar, serta menghindari lemak jenuh dan makanan cepat saji. Selain itu, membatasi konsumsi garam sodium, asupan kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat. 2. Mengonsumsi makanan penambah darah Perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, dan kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan hemoglobin darah. Dengan begitu, Anda terhindar dari anemia atau kurang darah saat mengalami haid. 3. Memperbaiki pola tidur Selain mengonsumsi makanan sehat, memperbaiki pola tidur juga penting untuk mencegah anemia. Saat mengalami menstruasi, usahakan agar tidur Anda cukup selama kurang lebih 8 jam sehari. 4. Olahraga Selain beristirahat cukup, olahraga yang cukup juga dapat membantu mengatasi gangguan haid seperti rasa nyeri dan kram. Namun, pastikan Anda tidak berolahraga berat yang menguras tenaga. 5. Berendam air hangat Menempelkan kompres hangat pada bagian perut atau berendam air hangat, dapat mengurangi nyeri dan kram akibat haid. 6. Menjaga kebersihan Ganti pembalut setiap 4-6 jam. Hindari menggunakan pembalut atau tampon berparfum karena dapat mengiritasi bagian kewanitaan Anda. Tidak disarankan melakukan douching atau pembersihan menggunakan bahan kimia yang dimasukkan melalui selang. Tindakan ini dapat membunuh bakteri alami yang hidup di vagina. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah haid Anda..